ACEH SELATAN I LSA-NEWS.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh, T. Heri Suhadi atau yang akrab disapa Abu Heri, meminta seluruh pendukung dan masyarakat untuk menyikapi kabar pergantian posisinya di Badan Anggaran (Banggar) DPRA dengan kepala dingin dan hati yang lapang.
Pergantian posisi Abu Heri di Banggar DPRA, yang kini digantikan oleh Azhari M. Nur (Haji Maop), diumumkan dalam Rapat Paripurna DPRA pada Rabu, 20 Mei 2026. Keputusan tersebut tertuang dalam surat Fraksi Partai Aceh perihal Perubahan Alat Kelengkapan DPRA periode 2024–2029.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Merespon hal itu, Abu Heri mengimbau masyarakat untuk bersikap dewasa dalam menanggapi setiap informasi yang beredar, dan tidak mudah terpancing oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah.
”Mohon bersabar syedara meutuah. Mohon jangan terpancing dengan gorengan orang. Mohon jangan terpancing dengan trik adu domba kepentingan pihak-pihak tertentu. Apapun yang terjadi, ada hikmahnya,” kata Abu Heri, Jum’at 22 Mei 2025.
Lebih lanjut Abu Heri menegaskan, soal penempatan dan penugasan adalah sepenuhnya kewenangan partai. Ia mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada pertimbangan Ketua Umum DPP Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, yang juga menjabat sebagai Gubernur Aceh.
“Tentu Mualem punya pertimbangan yang matang dan strategis dalam hal penempatan dan penugasan,” ujarnya.
Abu Heri menambahkan, ia berharap agar para pendukung dan masyarakat tidak terpancing dengan isu yang dapat memperkeruh suasana dan kondisi yang ada. Sebab, pertukaran posisi di DPRA itu merupakan hal yang biasa.
“Untuk Syedara lon dan Rakan-rakan Abu Heri banmandum, terkait dengan perombakan di Banggar DPRA, tanyo tetap tenang dan patuh terhadap keputusan yang diambil oleh Pimpinan Partai Aceh. InsyaAllah bandum na hikmah jih. Tanyo tetap semangat dan solid,” pesannya.
Begitupun, Abu Heri mengajak seluruh pendukungnya untuk tidak terprovokasi oleh kabar-kabar yang berpotensi merusak keharmonisan dan kekompakan di internal Partai Aceh. Baginya, kesolidan dan kepatuhan kepada pimpinan adalah fondasi utama perjuangan bersama.
“Apapun yang terjadi, kita tetap satu. Tetap solid, tetap semangat,” pungkasnya. (*)
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi










