Warga Aceh Selatan Minta Pemerintah Perhatikan Perasaan Anak Yatim dalam Gerakan Antar Anak ke Sekolah

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPAKTUAN – Gerakan Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang bertujuan memperkuat peran keluarga dalam pendidikan mendapat tanggapan dari masyarakat.

Salah seorang warga Aceh Selatan, Raja Muda, berharap pemerintah juga memperhatikan kondisi psikologis anak-anak yatim maupun mereka yang telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya.

Menurut Raja Muda, gerakan tersebut memiliki tujuan yang baik. Namun, pelaksanaannya perlu mempertimbangkan perasaan anak-anak yang tidak memiliki orang tua sehingga tidak menimbulkan rasa sedih atau minder ketika melihat teman-temannya datang ke sekolah bersama ayah dan ibu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bayangkan bagaimana perasaan seorang anak ketika teman-temannya diantar ayah dan ibunya ke sekolah, sementara dia harus datang sendiri karena sudah tidak memiliki orang tua. Kondisi seperti ini juga perlu menjadi perhatian,” kata Raja Muda, Jumat (10/07/2026).

Ia berharap pemerintah tidak hanya mendorong keterlibatan orang tua, tetapi juga menghadirkan perhatian khusus bagi anak-anak yatim melalui pendampingan dari wali, keluarga, guru, tokoh masyarakat, maupun relawan.

Menurutnya, langkah tersebut dapat membuat anak-anak yang kehilangan figur ayah dan ibu tetap merasakan dukungan serta semangat pada hari pertama masuk sekolah.

“Esensi gerakan ini adalah menghadirkan kasih sayang dan dukungan kepada anak. Karena itu, jangan sampai ada anak yang justru merasa sedih atau terpinggirkan karena kondisi yang tidak bisa mereka pilih,” ujarnya.

Raja Muda menilai pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan kedisiplinan dan tanggung jawab, tetapi juga empati terhadap sesama. Karena itu, setiap program pendidikan diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh anak tanpa membedakan latar belakang keluarganya.

Ia mengusulkan agar pemerintah daerah bersama sekolah menyusun langkah pendampingan bagi anak yatim pada hari pertama sekolah.

Baca Juga:  13 Jembatan Aramco Rampung di Aceh Selatan, Warga Rasakan Manfaat Program Presiden Prabowo

Pendampingan tersebut dapat dilakukan oleh guru, wali kelas, keluarga, maupun tokoh masyarakat sehingga mereka tetap merasakan perhatian dan kebersamaan.

“Jangan sampai gerakan yang baik ini tanpa disadari menyisakan kesedihan bagi sebagian anak. Semua anak berhak merasa dihargai, disayangi, dan mendapat semangat yang sama ketika mengawali perjalanan pendidikannya,” tutup Raja Muda.(id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Lantik Pengurus Karang Taruna, Bupati Asel: Pemuda Harus Jadi Motor Penggerak Pembangunan
Polisi Berhasil Amankan Pelaku Perampokan Toko Emas di Tapaktuan, Diduga Oknum Polisi
Kabar Gembira! Perumdam Tirta Naga Diskon Biaya Pasang Air Bersih 50% Selama Agustus
Bentuk Karakter “Cerdas dan Mandiri”, Siswa Baru SMAN 1 Samadua Dikawal Langsung BNNK
Eks Kombatan GAM Tripoli Libya Pimpin PSI Pidie
Bupati Mirwan: Kenduri Blang Perkuat Nilai Religius dan Semangat Gotong Royong Petani Aceh Selatan
Pemkab Aceh Selatan Klarifikasi Temuan LHP BPK Terkait Kendaraan Dinas
Kapolres Aceh Selatan Jenguk Balita Penderita Kebocoran Jantung di Air Sialang Tengah
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:04 WIB

Lantik Pengurus Karang Taruna, Bupati Asel: Pemuda Harus Jadi Motor Penggerak Pembangunan

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:42 WIB

Polisi Berhasil Amankan Pelaku Perampokan Toko Emas di Tapaktuan, Diduga Oknum Polisi

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:35 WIB

Kabar Gembira! Perumdam Tirta Naga Diskon Biaya Pasang Air Bersih 50% Selama Agustus

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:23 WIB

Bentuk Karakter “Cerdas dan Mandiri”, Siswa Baru SMAN 1 Samadua Dikawal Langsung BNNK

Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:12 WIB

Warga Aceh Selatan Minta Pemerintah Perhatikan Perasaan Anak Yatim dalam Gerakan Antar Anak ke Sekolah

Berita Terbaru