USK dan Universiti Malaya Perkuat Kerja Sama Internasional Lewat Program Pengabdian Masyarakat di Pidie Jaya

- Penulis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIDIE JAYA | LSA-NEWS.COM – Departemen Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Departemen Geografi, Fakulti Sastera dan Sains Sosial, Universiti Malaya (UM), sukses melaksanakan International Service Learning Program di Gampong Dayah Usen, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada 23–24 Juli 2026 lalu.

Kegiatan ini merupakan implementasi Implementation Agreement (IA) antara kedua perguruan tinggi yang bertujuan memperkuat kolaborasi internasional melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Program tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa dari USK serta Universiti Malaya yang turun langsung mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan pemulihan pascabencana. Fokus kegiatan meliputi trauma healing bagi anak-anak, edukasi kebencanaan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan ketangguhan menghadapi bencana di masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kegiatan trauma healing, anak-anak mengikuti permainan edukatif, aktivitas seni, serta berbagai kegiatan interaktif untuk membantu pemulihan psikologis pascabencana. Tim pengabdian juga memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana melalui simulasi sederhana, pengenalan potensi bahaya di lingkungan sekitar, hingga langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana.

Selain itu, masyarakat mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana. Program pemberdayaan masyarakat juga dilaksanakan melalui diskusi, pendampingan, dan berbagi pengetahuan untuk memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Ketua Departemen Pendidikan Geografi FKIP USK, Dr. Daska Azis, S.Pd., M.A., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kerja sama internasional harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kerja sama internasional tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda kolaborasi rutin antara Universitas Syiah Kuala dan Universiti Malaya,” ujarnya. Selasa (4/8/2026).

Baca Juga:  Misteri Kristal Bening 58,52 Gram di Pasie Raja, Polisi Tunggu Hasil Lab Forensik.

Sementara itu, Ketua Jabatan Departemen Geografi, Fakulti Sastera dan Sains Sosial Universiti Malaya, Profesor Madya Dr. Mariney Mohd Yusoff, menilai program tersebut menjadi wadah pembelajaran lintas budaya yang memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring akademik Indonesia dan Malaysia dalam bidang geografi, kebencanaan, dan pembangunan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari kedua universitas tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan dalam mengaplikasikan ilmu geografi, tetapi juga meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi lintas budaya, serta kepedulian terhadap isu kemanusiaan dan lingkungan.

International Service Learning Program di Gampong Dayah Usen menjadi tonggak penting implementasi kerja sama antara FKIP USK dan Universiti Malaya. Ke depan, kedua institusi berkomitmen mengembangkan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, mobilitas dosen dan mahasiswa, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Transaksi Rp2,5 Miliar Jadi Sorotan, Sukandi Telusuri Kerja Sama PT PAW dan POLTAS
DPP APKASINDO Tunjuk Kembali Adi Darmawan sebagai Plt Ketua DPD Aceh Selatan
Masrizal Siap Mundur, Namun Minta Pembina Buka Kartu soal Pergantian Pengurus YA Poltas
YA Poltas di Persimpangan: T. Sukandi Soroti Legitimasi Pergantian Masrizal ke Zirhan.
APBK 2027 Aceh Selatan Diarahkan Perkuat Ekonomi, SDM dan Pelayanan Publik
‎‎Basaga 2026 Tuntas Berjalan, Kluet Raya Jadi Sasaran Utama Tahun 2027
Pergantian Ketua Yayasan Politeknik Aceh Selatan Dipertanyakan, Alumni Soroti Dasar Terbitnya SK Baru
Sejumlah Rumah Diduga Dibobol dalam Sepekan, Warga Suak Raya Resah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Transaksi Rp2,5 Miliar Jadi Sorotan, Sukandi Telusuri Kerja Sama PT PAW dan POLTAS

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:57 WIB

DPP APKASINDO Tunjuk Kembali Adi Darmawan sebagai Plt Ketua DPD Aceh Selatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Masrizal Siap Mundur, Namun Minta Pembina Buka Kartu soal Pergantian Pengurus YA Poltas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:57 WIB

YA Poltas di Persimpangan: T. Sukandi Soroti Legitimasi Pergantian Masrizal ke Zirhan.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:00 WIB

APBK 2027 Aceh Selatan Diarahkan Perkuat Ekonomi, SDM dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru