BIREUEN | LSA-NEWS. COM – Upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga lewat edukasi dan pemanfaatan pangan lokal yang kaya gizi. Semangat itulah yang diwujudkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler XXIX Kelompok 198 Universitas Syiah Kuala (USK) melalui program “Edukasi Pemanfaatan Daun Kelor dan Demo Masak DASHAT: Kreasi Telur Dadar Kelor Tinggi Protein” yang digelar di Posyandu Gampong Meunasah Blang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan jadwal Posyandu ini diikuti oleh 55 peserta, terdiri atas ibu hamil, ibu balita, dan lansia. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh.
Dalam sesi edukasi, peserta diperkenalkan dengan berbagai manfaat daun kelor yang dikenal sebagai salah satu tanaman bergizi tinggi. Daun kelor mengandung protein, zat besi, kalsium, vitamin, serta berbagai nutrisi penting yang berperan dalam mendukung pertumbuhan anak, menjaga kesehatan ibu hamil, dan meningkatkan daya tahan tubuh lansia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai cara mengolah daun kelor agar tetap lezat dan kandungan gizinya terjaga.
Usai sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan demo memasak menu DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) berupa kreasi telur dadar kelor tinggi protein. Menu sederhana ini dipilih karena mudah dibuat, menggunakan bahan yang terjangkau, serta dapat menjadi alternatif makanan bergizi bagi keluarga, khususnya balita yang membutuhkan asupan protein untuk mendukung tumbuh kembang optimal.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Banyak ibu-ibu mengajukan pertanyaan seputar teknik memasak daun kelor agar tidak pahit, cara penyimpanan yang benar, hingga variasi menu lain yang dapat dikreasikan menggunakan daun kelor.
Ketua Kelompok KKN XXIX Kelompok 198, Muhammad Fatih Al-Fakhar, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai solusi pemenuhan gizi keluarga.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu balita, dapat mengolah daun kelor menjadi menu bergizi yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah sederhana ini diharapkan mampu mendukung upaya pencegahan stunting sejak tingkat keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak Posyandu dan kader kesehatan Gampong Meunasah Blang memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan program edukatif dan aplikatif bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat merupakan salah satu kunci dalam membangun kesadaran akan pentingnya gizi keluarga serta mendorong lahirnya generasi yang sehat dan bebas stunting.
Melalui program ini, Mahasiswa KKN Reguler XXIX Kelompok 198 berharap masyarakat semakin memahami bahwa daun kelor merupakan sumber gizi alternatif yang murah, mudah diperoleh, dan memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Keaktifan warga selama kegiatan juga menjadi bukti tingginya minat masyarakat untuk menerapkan pola makan sehat berbasis pangan lokal.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Gampong Meunasah Blang.
Penulis: Mahasiswa KKN Reguler XXIX Kelompok 198 Universitas Syiah Kuala, Gampong Meunasah Blang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen.
1. Putri Nailaturrachmah mahasiswi Fakultas Ekonomi USK
2. Muhammad Fatih Al Fakhar: Kelautan dan Perikanan /Budidaya Perairan
3. Naufal Umri: Hukum /Ilmu Hukum
4. Putri Nabila: KIP /Pendidikan Biologi
5. Indah Yunira: Kedokteran Hewan /Pendidikan Kedokteran Hewan
6. Salwa Rahmadhani: KIP /Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
7. Cut Nayza Virona: KIP /Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik.












