ACEH SELATAN | LSA-NEWS.COM – Memasuki hari keempat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SMA Negeri 1 Samadua menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba dan pencegahan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) kepada para peserta didik baru.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa baru diberikan pemahaman mendalam mengenai berbagai jenis NAPZA, dampak buruk penyalahgunaannya terhadap kesehatan fisik dan mental, hingga konsekuensi hukum yang mengintai.
Selain itu, mereka juga dibekali kemampuan untuk mengenali berbagai modus peredaran gelap narkoba serta langkah-langkah preventif sejak dini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SMA Negeri 1 Samadua, Ropika, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa edukasi dari BNNK Aceh Selatan ini merupakan bagian krusial dalam membentuk karakter dan kesadaran siswa sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di bangku SMA.
“Pembekalan mengenai bahaya narkoba harus menjadi perhatian bersama. Kami ingin generasi muda memiliki pemahaman yang kuat dan mampu membentengi diri dari segala bentuk penyalahgunaan NAPZA,” ujarnya.
Ia juga berharap para siswa baru dapat mengimplementasikan materi yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, berani menjauhi narkoba, selektif dalam memilih lingkungan pergaulan, serta menjadi pelopor lingkungan sekolah yang aman dan sehat.
Pelaksanaan MPLS tahun ini di SMAN 1 Samadua sengaja melibatkan berbagai instansi pemerintah sebagai bentuk sinergi dalam membekali siswa.
Selain BNNK Aceh Selatan, sambung Ropika, “Kami juga melibatkan pihak Puskesmas setempat guna memberikan edukasi terkait kesehatan remaja dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” sebutnya.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga melibatkan BPBD Kabupaten Aceh Selatan. Diharapkan bisa membekali peserta didik dengan materi kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
Dia juga berharap, kolaborasi ini dapat memperkaya wawasan siswa baru sekaligus membentuk karakter remaja yang sehat, tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab.
Akibatnya, langkah responsif pihak sekolah ini pun mendapat respons positif dari masyarakat.
Salah seorang perwakilan wali murid menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif Kepala Sekolah. Menurutnya, “menghadirkan langsung para ahli ke sekolah membuat anak-anak mereka lebih memahami dampak nyata dari bahaya narkoba,” sebut salah satu wali murid.
Melalui rangkaian kegiatan edukatif ini, SMA Negeri 1 Samadua berkomitmen menyelenggarakan MPLS yang inspiratif dan bermakna.
Hal ini diharapkan menjadi modal awal bagi siswa untuk menjalani proses pendidikan yang selaras dengan moto sekolah: “Cerdas, Berkarakter, Mandiri.” demikian. (IIL)











