Jalur Nasional Terendam Banjir, Warga Sawang Minta Penanganan Drainase dan Gorong-Gorong

- Penulis

Rabu, 16 September 2026 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SELATAN | LSA-NEWS.COM – Banjir kembali menggenangi badan Jalan Lintas Nasional Tapaktuan–Blangpidie, tepatnya di Desa Mutiara, Dusun Pahlawan, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan. Genangan air menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah mengalami perlambatan, Rabu (16/9/2026).

Kondisi di lokasi membuat kendaraan yang melintas dari arah Tapaktuan maupun Blangpidie harus mengurangi kecepatan dan berhati-hati. Antrean kendaraan terlihat memanjang di sekitar titik genangan karena sebagian badan jalan tidak dapat dilalui secara normal.

Sejumlah pengendara memilih berhenti sejenak sembari menunggu debit air berkurang. Kondisi tersebut turut membuat perjalanan masyarakat yang melintasi jalur nasional menjadi lebih lambat dari biasanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu warga setempat, Darma Wijaya, mengatakan persoalan banjir di kawasan tersebut perlu dilihat tidak hanya dari tingginya debit air, tetapi juga dari kondisi saluran pembuangan yang berada di sekitar badan jalan.

Menurut Darma, sejumlah gorong-gorong di kawasan tersebut dinilai memiliki kapasitas yang terbatas sehingga aliran air tidak dapat berjalan secara optimal. Saat debit air meningkat, air kemudian meluap dan menggenangi badan jalan.

“Saluran air dan gorong-gorong perlu diperhatikan. Kalau alirannya tidak lancar, saat air banyak akhirnya meluap ke badan jalan,” ujar Darma.

Banjir di ruas jalan nasional tersebut menjadi persoalan yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan yang mengandalkan jalur Tapaktuan–Blangpidie sebagai akses utama penghubung Aceh Selatan dengan wilayah barat-selatan Aceh.

Masyarakat berharap kondisi drainase dan gorong-gorong di titik tersebut dapat dievaluasi oleh pihak terkait. Perbaikan kapasitas saluran air dinilai penting sebagai bagian dari upaya mengurangi potensi genangan berulang sekaligus menjaga kelancaran arus transportasi di jalur nasional.

Baca Juga:  Perkuat Kolaborasi, Bunda PAUD Aceh Selatan Hadiri Penguatan Pokja Tingkat Provinsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tim Gabungan Temukan Nelayan Meukek Hilang Setelah Dua Hari Pencarian di Samudera Hindia
Waspada Penipuan Segitiga, Polres Aceh Selatan Ingatkan Warga Teliti Sebelum Transaksi
Kapolres Aceh Selatan Beri Bantuan kepada Keluarga Korban Terseret Arus Sungai di Samadua
Rudi MS: Karang Taruna Harus Jadi Pelopor Gerakan Pemuda Antinarkoba di Aceh Selatan
Sempat Dicari hingga Malam, Warga Gunung Ketek Ditemukan Meninggal di Pinggir Sungai
Bupati Mirwan Pimpin Rapat Evaluasi Realisasi PAD Triwulan III 2026
Tokoh Masyarakat Kluet Tengah Ungkap Fakta soal Tambang dan Kekeruhan Sungai
Tertib dan Disiplin, Kodim 0107/Aceh Selatan Gelar Apel serta Pemeriksaan Kendaraan
Berita ini 649 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 15:22 WIB

Tim Gabungan Temukan Nelayan Meukek Hilang Setelah Dua Hari Pencarian di Samudera Hindia

Jumat, 18 September 2026 - 10:43 WIB

Waspada Penipuan Segitiga, Polres Aceh Selatan Ingatkan Warga Teliti Sebelum Transaksi

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WIB

Kapolres Aceh Selatan Beri Bantuan kepada Keluarga Korban Terseret Arus Sungai di Samadua

Kamis, 17 September 2026 - 13:48 WIB

Rudi MS: Karang Taruna Harus Jadi Pelopor Gerakan Pemuda Antinarkoba di Aceh Selatan

Kamis, 17 September 2026 - 13:21 WIB

Sempat Dicari hingga Malam, Warga Gunung Ketek Ditemukan Meninggal di Pinggir Sungai

Berita Terbaru