ACEH BARAT | LSA-NEWS.COM – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., didampingi Wakil Bupati Said Fadheil, S.H., secara resmi membuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-438 Kota Meulaboh, Sabtu (10/10/2026) malam.
Pembukaan kegiatan berlangsung di lahan bekas BRI, tepat di depan Lapangan Teuku Umar, Meulaboh. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan tamu undangan, perwakilan Pemerintah Provinsi Aceh, bupati dan wali kota se-Aceh, anggota DPRA, unsur Forkopimda, perwakilan perusahaan swasta dan BUMN, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta ribuan masyarakat.
Dalam sambutannya, Tarmizi mengatakan perayaan HUT Kota Meulaboh tahun ini dikemas berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meniadakan hiburan musik atau band dan menggantinya dengan penampilan seni budaya tradisional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan saran para ulama dan organisasi kemasyarakatan Islam di Aceh Barat. Pemerintah daerah juga ingin memberikan ruang lebih luas bagi seniman lokal untuk menampilkan kekayaan budaya daerah.
“Pada kali ini kami fokus pada talenta lokal dan menampilkan seni budaya, seperti tari Ratoh Jaroe, tari Tarek Pukat, Seudati, Rapai Saman, Rapai Tuha, serta penampilan debus,” kata Tarmizi.
Selain membuka rangkaian perayaan, Tarmizi turut menyampaikan sejumlah hal terkait perjalanan pemerintahannya bersama Wakil Bupati Said Fadheil selama kurang lebih 20 bulan memimpin Kabupaten Aceh Barat.
Ia mengakui, pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian situasi global, tekanan fiskal yang berdampak pada keterbatasan anggaran daerah, hingga bencana alam. Namun, menurutnya, berbagai tantangan tersebut dihadapi melalui kerja sama dengan Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), dan unsur terkait lainnya.
“Periode ini kita dihadapkan pada tantangan yang luar biasa, mulai dari situasi global yang tidak menentu, tekanan fiskal yang membuat daerah kesulitan anggaran, hingga bencana alam. Namun, semua itu tidak membuat kami frustrasi, melainkan kami jadikan sebagai motivasi,” ujarnya.
Tarmizi menegaskan, kolaborasi menjadi salah satu pendekatan yang diterapkan pemerintah daerah untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan. Ia menyebut pendekatan pentahelix yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, komunitas masyarakat, dan media sebagai bagian dari upaya memetakan persoalan serta mencari solusi secara bersama-sama.
Menurutnya, keterbatasan anggaran mengharuskan pemerintah daerah menetapkan skala prioritas, terutama pada pelayanan dasar yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan masa depan daerah, yakni sektor kesehatan dan pendidikan.
Di bidang kesehatan, pemerintah daerah memprioritaskan pembenahan Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUD CND) Meulaboh. Pembenahan tersebut, kata Tarmizi, mencakup manajemen rumah sakit, peningkatan kualitas pelayanan, penyediaan fasilitas, hingga kenyamanan pasien.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menjalankan program Kartu Aceh Barat Sehat (KABS). Melalui program tersebut, pasien yang dirujuk dari RSUD CND ke luar daerah, khususnya Banda Aceh, memperoleh bantuan sebesar Rp1 juta.
“Ini merupakan program prioritas kami saat kampanye dahulu. Program ini sempat diragukan dan dianggap tidak mungkin terwujud. Namun, sejak dilantik pada awal Maret 2025 hingga September 2026, program ini telah membantu 1.734 pasien,” ungkap Tarmizi.
Sementara di sektor pendidikan, ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah sedang membenahi manajemen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, termasuk upaya memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan dinas tersebut.
Pemerintah daerah juga merencanakan penempatan guru-guru dayah untuk mengajar di seluruh sekolah tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mulai 2027. Para guru tersebut nantinya difokuskan pada pengajaran fardu ain agar para siswa memahami dasar-dasar hukum dan kewajiban dalam agama Islam.
Tarmizi turut menekankan pentingnya pembiasaan membaca Al-Qur’an dan pendidikan adab di lingkungan sekolah. Ia menyampaikan bahwa guru bersama siswa diwajibkan mengaji selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan pemahaman agama bagi generasi muda.
Peringatan HUT ke-438 Kota Meulaboh diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong kebersamaan masyarakat dalam mendukung pembangunan Aceh Barat. [Rial]












