Muara Dangkal, Dermaga Padat: Nelayan Desak Normalisasi dan Pengembangan Pelabuhan Sawang Ba’u

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Selatan | LSA-News.com – Nelayan di Pelabuhan Sawang Ba’u, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, mendesak Pemerintah Aceh segera merealisasikan pembangunan dan pengembangan pelabuhan yang selama bertahun-tahun dinilai belum mendapatkan perhatian serius.

Pelabuhan Sawang Ba’u merupakan salah satu pusat aktivitas perikanan penting di Aceh Selatan. Selain menjadi lokasi sandar kapal nelayan, pelabuhan tersebut juga berperan sebagai jalur distribusi hasil tangkapan ikan yang menopang perekonomian masyarakat pesisir.

Namun, kondisi pelabuhan saat ini dinilai semakin tidak memadai. Tambat labuh yang menjadi akses keluar-masuk kapal dan lokasi sandar armada nelayan disebut semakin padat akibat bertambahnya jumlah boat dan perahu yang beroperasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Jenderal Panglima Laot Kabupaten Aceh Selatan, M. Nazir, mengatakan peningkatan jumlah armada nelayan tidak diiringi dengan pengembangan fasilitas pelabuhan.

“Tambat labuh saat ini sudah sangat padat. Banyak boat dan perahu harus berbagi ruang yang terbatas untuk bersandar. Saat musim tangkap, aktivitas menjadi semakin sulit karena kapasitas pelabuhan tidak lagi memadai,” kata Nazir kepada wartawan, Senin (1/6/2026).

Selain keterbatasan area sandar, nelayan juga mengeluhkan pendangkalan muara akibat sedimentasi yang terus terjadi. Kondisi tersebut dinilai menghambat mobilitas kapal, terutama saat air laut surut, serta berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.

Menurut Nazir, Pelabuhan Sawang Ba’u memiliki posisi strategis bagi sektor perikanan Aceh Selatan. Meski demikian, pembangunan infrastruktur pelabuhan dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Pelabuhan Sawang Ba’u dikenal sebagai salah satu sentra perikanan produktif di wilayah Barat Selatan (Barsela) Aceh. Kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas nelayan dan berkontribusi terhadap perputaran ekonomi masyarakat pesisir.

Karena itu, nelayan meminta Pemerintah Aceh melakukan normalisasi muara, memperluas area tambat labuh, serta meningkatkan berbagai fasilitas pendukung guna menunjang keselamatan dan produktivitas nelayan.

Baca Juga:  Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

“Kami berharap Pemerintah Aceh dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi pelabuhan ini. Pelabuhan Sawang Ba’u merupakan urat nadi ekonomi masyarakat pesisir. Jika dikembangkan dengan baik, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh nelayan dan masyarakat,” ujarnya.

Selain kepada Pemerintah Aceh, nelayan juga berharap anggota DPR Aceh dari Daerah Pemilihan (Dapil) 9 yang meliputi Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam dapat memperjuangkan kebutuhan pembangunan pelabuhan tersebut.

Mereka meminta dukungan anggaran untuk normalisasi muara, penataan kawasan pelabuhan, pembangunan fasilitas sandar kapal, serta sarana pendukung lainnya yang dibutuhkan nelayan.

“Sudah saatnya aspirasi nelayan Sawang mendapat perhatian yang lebih serius. Kami berharap anggota DPRA Dapil 9 dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan Pemerintah Aceh agar pembangunan Pelabuhan Sawang Ba’u segera direalisasikan,” kata perwakilan nelayan.

Nelayan meyakini pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Sawang Ba’u akan berdampak pada peningkatan produksi perikanan, pembukaan lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan Kabupaten Aceh Selatan secara berkelanjutan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Aceh terkait usulan pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Sawang Bau tersebut.(id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Transaksi Rp2,5 Miliar Jadi Sorotan, Sukandi Telusuri Kerja Sama PT PAW dan POLTAS
DPP APKASINDO Tunjuk Kembali Adi Darmawan sebagai Plt Ketua DPD Aceh Selatan
Masrizal Siap Mundur, Namun Minta Pembina Buka Kartu soal Pergantian Pengurus YA Poltas
YA Poltas di Persimpangan: T. Sukandi Soroti Legitimasi Pergantian Masrizal ke Zirhan.
APBK 2027 Aceh Selatan Diarahkan Perkuat Ekonomi, SDM dan Pelayanan Publik
‎‎Basaga 2026 Tuntas Berjalan, Kluet Raya Jadi Sasaran Utama Tahun 2027
Pergantian Ketua Yayasan Politeknik Aceh Selatan Dipertanyakan, Alumni Soroti Dasar Terbitnya SK Baru
Sejumlah Rumah Diduga Dibobol dalam Sepekan, Warga Suak Raya Resah
Berita ini 199 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Transaksi Rp2,5 Miliar Jadi Sorotan, Sukandi Telusuri Kerja Sama PT PAW dan POLTAS

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:57 WIB

DPP APKASINDO Tunjuk Kembali Adi Darmawan sebagai Plt Ketua DPD Aceh Selatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Masrizal Siap Mundur, Namun Minta Pembina Buka Kartu soal Pergantian Pengurus YA Poltas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:57 WIB

YA Poltas di Persimpangan: T. Sukandi Soroti Legitimasi Pergantian Masrizal ke Zirhan.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:00 WIB

APBK 2027 Aceh Selatan Diarahkan Perkuat Ekonomi, SDM dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru