ACEH SELATAN | LSA-NEWS.COM – Gelombang pengunduran diri melanda internal Partai Nanggroe Aceh (PNA) kembali berlanjut dan memantik perhatian publik.
Belum usai perbincangan hangat mengenai langkah Abrar Muda yang menyatakan mundur secara total dari kepengurusan dan keanggotaan partai, kini nama Teuku Ajay Heru ikut menambah daftar figur pengurus yang resmi melepaskan jabatannya dari jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Aceh Selatan PNA.
Sebelum mengambil keputusan ini, Teuku Ajay Heru menduduki posisi yang terbilang strategis di dalam struktur DPW PNA, yakni pada bidang Strategi dan Kebijakan Partai. Posisi tersebut memegang peranan penting dalam merumuskan arah dan taktik politik partai lokal tersebut di tingkat wilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan mundur berturut-turut yang diambil oleh dua figur ini dalam kurun waktu yang berdekatan dinilai banyak pihak semakin mempertegas adanya dinamika dan eskalasi politik internal yang tengah berlangsung di tubuh PNA.
Saat dikonfirmasi oleh media pada Kamis (23/7/2026), Teuku Ajay Heru secara terbuka membenarkan kabar pengunduran dirinya dari struktur DPW PNA. Ia meyakinkan bahwa langkah yang diambilnya bukanlah keputusan impulsif, melainkan hasil dari perenungan yang matang.
”Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang telah diberikan selama saya menjadi bagian dari kepengurusan DPW PNA. Keputusan ini saya ambil secara pribadi dan dengan penuh pertimbangan,” ujar Teuku Ajay Heru.
Dalam keterangannya, Heru juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran pengurus, jajaran kader, serta jajaran simpatisan PNA yang telah bekerja sama dengannya selama ia mengemban amanah di posisi Strategi dan Kebijakan Partai.
Kendati demikian, ia memilih untuk tetap menjaga hubungan baik dan bersikap diplomatis di tengah keputusannya untuk melangkah keluar.
”Setiap perjalanan tentu memiliki fase dan pilihan masing-masing. Saya menghargai seluruh proses yang telah dilalui selama berada di PNA dan tetap menghormati semua pihak yang telah bekerja sama,” tambahnya.
Meskipun telah memberikan pernyataan resmi terkait keputusannya melangkah mundur, Teuku Ajay Heru belum membeberkan secara spesifik faktor utama atau latar belakang yang melandasi pengunduran dirinya dari jabatan vital tersebut.
Di samping itu, ia juga masih enggan menyampaikan secara terbuka mengenai arah atau langkah politik yang akan diambilnya ke depan pasca-lepas dari struktur DPW PNA.
Rentetan pengunduran diri tokoh kunci ini tentu menjadi sinyal penting bagi peta kekuatan PNA di Aceh. Hengkangnya Abrar Muda yang melepaskan status keanggotaannya disusul oleh pengunduran diri Teuku Ajay Heru dari pengurus DPW, dinilai akan menuntut partai untuk segera melakukan konsolidasi serta penataan ulang struktur organisasi agar roda kepartaian dapat terus berjalan stabil.
Hingga berita ini diturunkan, pihak internal PNA maupun jajaran pimpinan tertinggi partai belum memberikan keterangan resmi balasan terkait langkah susulan yang diambil oleh Teuku Ajay Heru maupun rencana pengisian posisi yang ditinggalkan, demikian.












