Fraksi NasDem DPRK Aceh Selatan Soroti Pendidikan, Kesehatan dan Perlindungan Anak di LKPJ 2025

- Penulis

Selasa, 26 Mei 2026 - 02:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SELATAN|LSA-NEWS.COM — Fraksi Partai NasDem DPRK Aceh Selatan memberikan sejumlah catatan strategis dan evaluasi kritis terhadap pelaksanaan program Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dalam rapat pandangan umum Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Gedung DPRK Aceh Selatan, Senin (25/5/2026).

Dalam penyampaian resmi fraksi, Ketua Fraksi NasDem, Novi Rosmita, menyoroti masih adanya sejumlah program pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai belum berjalan optimal. Kondisi tersebut, menurutnya, turut memengaruhi capaian kinerja pembangunan daerah.

Ia menyinggung adanya indikasi kehati-hatian sejumlah OPD dalam melaksanakan kegiatan akibat kekhawatiran tidak tersalurkannya pembayaran atas kegiatan yang telah dijalankan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masih terdapat beberapa kegiatan yang tidak terealisasi secara maksimal akibat adanya kekhawatiran kegiatan yang telah dilaksanakan tidak dibayarkan,” ujarnya dalam forum resmi DPRK.

 

Sorotan Pendidikan: Fasilitas Sekolah hingga Akses Layanan

Di sektor pendidikan, Fraksi NasDem menilai pemerintah daerah masih perlu memperkuat komitmen terhadap pemerataan dan peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan.

Sejumlah wilayah seperti Gampong Panton Luas, Tapaktuan, dan Panjupian disebut masih menghadapi keterbatasan fasilitas sekolah, termasuk kebutuhan renovasi gedung dan peningkatan sarana belajar mengajar.

Perhatian khusus juga diarahkan pada kondisi SD Negeri 9 Tapaktuan yang dinilai sebagai salah satu sekolah dengan tingkat peminat tinggi. Namun, tingginya jumlah peserta didik belum diimbangi dengan kapasitas fasilitas yang memadai.

“Area parkir penjemputan siswa masih menggunakan badan jalan karena fasilitas sekolah belum memadai,” kata Novi.

Selain itu, akses jalan di sekitar SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 menuju Dinas Pendidikan juga turut disorot karena dinilai membutuhkan penataan dan peningkatan infrastruktur pendukung.

 

Layanan Kesehatan: Dokter Defenitif hingga Tata Kelola BLUD

Pada sektor kesehatan, Fraksi NasDem menyoroti masih adanya puskesmas yang belum memiliki dokter definitif. Kondisi ini menyebabkan pelayanan harus ditopang tenaga medis dari fasilitas kesehatan lain, yang dinilai berpotensi mengurangi efektivitas layanan kepada masyarakat.

Selain itu, implementasi pengelolaan keuangan puskesmas berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga disebut belum berjalan sesuai ketentuan, sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 79 Tahun 2018.

Baca Juga:  Dandim Aceh Selatan Pimpin Korp Raport, 33 Personel Naik Pangkat

Kondisi tersebut dinilai berdampak pada fleksibilitas pengelolaan anggaran, termasuk dalam pembagian jasa pelayanan kesehatan di lapangan.

 

Rumah Sakit: Akreditasi dan Beban APBK

Fraksi NasDem juga menyoroti kondisi RS Pratama Teuku Cut Ali yang hingga kini belum terakreditasi sehingga belum dapat menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Akibatnya, operasional rumah sakit masih bergantung pada pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK).

Sementara itu, terhadap RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, fraksi meminta pemerintah daerah lebih selektif dan profesional dalam penempatan manajemen rumah sakit.

“RSUDYA sebagai rumah sakit regional kebanggaan masyarakat Aceh Selatan harus dikelola secara transparan dan profesional agar tidak menimbulkan persoalan utang yang mengganggu pelayanan,” tegasnya.

 

Perlindungan Anak dan Syariat Islam: Catatan Kelembagaan

Di bidang sosial dan keagamaan, Fraksi NasDem menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan dayah, pesantren, dan TPA perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, termasuk dukungan terhadap sarana ibadah.

Sementara di sektor perlindungan perempuan dan anak, fraksi menyoroti masih terjadinya kasus kekerasan yang dinilai belum diimbangi dengan penguatan kelembagaan secara maksimal.

Mereka menilai Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) belum mendapatkan dukungan anggaran yang memadai, termasuk belum beroperasinya UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Selain itu, gugus tugas Kabupaten Layak Anak juga disebut belum berjalan optimal dalam menjalankan fungsi pencegahan dan perlindungan.

 

Catatan Kritis DPRK: Dorongan Perbaikan Tata Kelola

Melalui pandangan umum ini, Fraksi NasDem menegaskan bahwa seluruh catatan yang disampaikan bukan sekadar kritik, melainkan dorongan konstruktif agar pemerintah daerah memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan program pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Dengan berbagai sorotan tersebut, LKPJ 2025 menjadi momentum evaluasi penting bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dalam memperbaiki arah kebijakan dan memperkuat efektivitas pelaksanaan program di tahun berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Transaksi Rp2,5 Miliar Jadi Sorotan, Sukandi Telusuri Kerja Sama PT PAW dan POLTAS
Masrizal Siap Mundur, Namun Minta Pembina Buka Kartu soal Pergantian Pengurus YA Poltas
YA Poltas di Persimpangan: T. Sukandi Soroti Legitimasi Pergantian Masrizal ke Zirhan.
‎‎Basaga 2026 Tuntas Berjalan, Kluet Raya Jadi Sasaran Utama Tahun 2027
Pergantian Ketua Yayasan Politeknik Aceh Selatan Dipertanyakan, Alumni Soroti Dasar Terbitnya SK Baru
Sejumlah Rumah Diduga Dibobol dalam Sepekan, Warga Suak Raya Resah
Dandim Aceh Selatan Pimpin Korp Raport, 33 Personel Naik Pangkat
Pekerja PT Bugla Indo Perkasa Adukan Dugaan Pemberhentian Sepihak ke Disnakertrans Aceh Barat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Transaksi Rp2,5 Miliar Jadi Sorotan, Sukandi Telusuri Kerja Sama PT PAW dan POLTAS

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Masrizal Siap Mundur, Namun Minta Pembina Buka Kartu soal Pergantian Pengurus YA Poltas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:57 WIB

YA Poltas di Persimpangan: T. Sukandi Soroti Legitimasi Pergantian Masrizal ke Zirhan.

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Pergantian Ketua Yayasan Politeknik Aceh Selatan Dipertanyakan, Alumni Soroti Dasar Terbitnya SK Baru

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Sejumlah Rumah Diduga Dibobol dalam Sepekan, Warga Suak Raya Resah

Berita Terbaru