ACEH SELATAN | LSA-NEWS.COM – Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, menuntaskan penyaluran bantuan daging meugang dari Presiden Republik Indonesia kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Samadua. Penyaluran sebanyak 361 paket tersebut sekaligus menjadi akhir dari distribusi total 4.090 paket daging segar yang sebelumnya telah disalurkan ke 11 kecamatan terdampak banjir di Aceh Selatan, Selasa (26/5/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Samadua itu, sebanyak 361 paket daging diserahkan kepada kepala keluarga penerima manfaat. Pemerintah daerah menyebut bantuan tersebut bukan hanya bentuk bantuan sosial semata, tetapi juga simbol hadirnya negara di tengah masyarakat yang sedang bangkit dari musibah banjir hidrometeorologi beberapa waktu lalu.
Dalam sambutannya, Bupati Mirwan MS menegaskan tradisi meugang bagi masyarakat Aceh memiliki makna sosial yang sangat kuat, karena menjadi momentum kebersamaan sekaligus rasa syukur menjelang hari besar keagamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Meugang bukan sekadar tradisi makan daging bersama keluarga, melainkan simbol kebersamaan dan rasa syukur. Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berkomitmen agar dalam kondisi sesulit apa pun, masyarakat tetap dapat merasakan kebahagiaan menyambut meugang,” ujar Mirwan.
Ia juga mengungkapkan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian besar Presiden Republik Indonesia terhadap masyarakat Aceh Selatan yang terdampak bencana.
Menurut Mirwan, hingga sebelum penyaluran di Samadua, sebanyak 3.729 paket telah lebih dulu disalurkan ke berbagai kecamatan terdampak. Dengan distribusi di Samadua, maka seluruh bantuan dinyatakan tuntas disalurkan kepada masyarakat penerima.
Secara politik dan sosial, langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menuntaskan distribusi bantuan menjelang meugang dinilai menjadi upaya menjaga stabilitas sosial masyarakat pascabencana. Tradisi meugang yang sangat melekat dalam kultur masyarakat Aceh sering kali menjadi indikator sensitivitas sosial dan ekonomi warga, terutama bagi keluarga kurang mampu.
Karena itu, distribusi bantuan daging tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi juga strategi menjaga daya tahan sosial masyarakat agar tetap merasa diperhatikan di tengah tekanan ekonomi pascabanjir.
Di hadapan unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, camat, keuchik, hingga perangkat adat yang hadir, Mirwan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses distribusi bantuan.
Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor agar bantuan pemerintah dapat tersalurkan tepat sasaran tanpa hambatan birokrasi.
“Jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi lihatlah ini sebagai bukti kepedulian dan perekat kebersamaan kita untuk bangkit bersama pascabencana,” katanya.
Momentum penyaluran bantuan meugang itu juga dimanfaatkan Pemerintah Aceh Selatan untuk memperkuat pesan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Pemerintah berharap semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama terus terjaga dalam menghadapi berbagai tantangan daerah ke depan.
Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama agar Kabupaten Aceh Selatan diberikan kekuatan dan keberkahan menuju daerah yang lebih maju, produktif, dan madani.











